Joko Widodo atau yang akrab dikenal sebagai Jokowi merupakan salah satu tokoh politik Indonesia yang mendapatkan perhatian internasional selama masa kepemimpinannya. Berangkat dari dunia usaha sebelum memasuki pemerintahan daerah, perjalanan politiknya membawanya menjadi Wali Kota Surakarta, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden Republik Indonesia.
Jokowi menjabat sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia selama dua periode, dari 20 Oktober 2014 hingga 20 Oktober 2024. Setelah masa pemerintahannya berakhir, posisi Presiden RI dilanjutkan oleh Prabowo Subianto.
Di luar Indonesia, nama Jokowi juga pernah masuk dalam berbagai daftar tokoh berpengaruh, termasuk The Muslim 500 dan sebuah pemeringkatan pemimpin Asia.
Perjalanan Joko Widodo Menuju Kursi Presiden
Joko Widodo lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961. Ia menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada dan sempat bekerja sebelum kemudian mengembangkan usaha di bidang furnitur.
Karier politik nasionalnya berkembang setelah sebelumnya memimpin Surakarta dan kemudian Jakarta.
Pada 2014, Jokowi memenangkan pemilihan presiden dan memulai periode pertamanya sebagai Presiden RI. Lima tahun kemudian, ia kembali memenangkan pemilu bersama Ma’ruf Amin. Keduanya dilantik untuk masa jabatan 2019–2024.
Selama satu dekade kepresidenannya, pemerintahan Jokowi banyak dikaitkan dengan agenda pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, investasi, transformasi ekonomi, dan pembangunan di luar pusat-pusat ekonomi tradisional.
Jokowi dalam The Muslim 500
Salah satu pengakuan internasional terhadap Jokowi datang dari The Muslim 500, publikasi tahunan yang disusun oleh Royal Islamic Strategic Studies Centre di Amman, Yordania.
Publikasi tersebut mengidentifikasi 500 tokoh Muslim yang dinilai mempunyai pengaruh dalam berbagai bidang, mulai dari politik dan keagamaan hingga ilmu pengetahuan, ekonomi, budaya, serta kegiatan sosial.
Dalam edisi yang diberitakan pada 2022, Jokowi berada di urutan ke-13 dalam daftar 50 tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia.
Saat itu, namanya berada dalam daftar bersama sejumlah kepala negara, pemimpin pemerintahan, ulama, dan tokoh Muslim internasional.
Namanya Masih Tercantum dalam Edisi 2026
Menariknya, berakhirnya masa kepresidenan tidak langsung membuat nama Jokowi menghilang dari publikasi tersebut.
Dalam The Muslim 500 edisi 2026, nama “Widodo, HE Joko” masih tercantum dalam kategori Political.
Namun, penting membedakan antara masuk dalam kategori 500 tokoh dan masuk Top 50. Pada Top 50 edisi 2026, Presiden Prabowo Subianto berada di urutan ke-15, sedangkan Jokowi tidak tercantum dalam kelompok Top 50 tersebut.
Dengan demikian, klaim mengenai posisi Jokowi harus selalu menyebutkan edisi atau tahun pemeringkatannya agar tidak menimbulkan kesan bahwa peringkat lama masih berlaku saat ini.
Masuk Daftar Pemimpin Asia Berpengaruh
Nama Jokowi juga muncul dalam daftar Asia’s Most Influential Leaders 2021 yang diterbitkan InfluenceAsia.
Dalam daftar tersebut, Jokowi ditempatkan pada posisi ketiga dengan kategori pengaruh yang dikaitkan dengan kepemimpinan publik, infrastruktur, dan ekonomi digital.
Pemeringkatan semacam ini merupakan penilaian dari organisasi penerbitnya berdasarkan metodologi mereka sendiri. Karena itu, daftar tersebut sebaiknya dipahami sebagai salah satu bentuk penilaian eksternal, bukan ukuran objektif tunggal mengenai kualitas seorang pemimpin.
Mengapa Jokowi Mendapat Perhatian Internasional?
Sebagai pemimpin Indonesia selama sepuluh tahun, Jokowi memimpin salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia sekaligus negara berpenduduk Muslim sangat besar.
Posisi Indonesia di Asia Tenggara dan G20 juga membuat kebijakan pemerintahannya mendapat perhatian internasional.
Program pembangunan infrastruktur menjadi salah satu ciri yang banyak diasosiasikan dengan pemerintahannya. Pada saat yang sama, seperti lazimnya pemerintahan politik, berbagai kebijakan dan warisan pemerintahannya juga menjadi objek perdebatan, kritik, serta penilaian berbeda dari masyarakat, akademisi, kelompok sipil, dan pengamat politik.
Karena itu, pengakuan dalam sebuah daftar tokoh berpengaruh tidak sama dengan penilaian menyeluruh atas seluruh kebijakan atau masa pemerintahan seseorang.
Dari Pemimpin Daerah hingga Tokoh Internasional
Perjalanan Jokowi menarik karena jalur politiknya berkembang dari pemerintahan kota menuju panggung nasional.
Setelah menjadi Wali Kota Surakarta, ia kemudian memimpin DKI Jakarta sebelum memenangkan pemilihan presiden. Pada akhirnya, Jokowi menjalani dua periode kepresidenan dan menyelesaikan masa jabatannya pada 20 Oktober 2024.
Pengakuan seperti masuk The Muslim 500 menunjukkan bahwa pengaruh seorang kepala negara dapat memperoleh perhatian melampaui batas negaranya.
Namun, setiap daftar mempunyai metodologi dan periode penilaian masing-masing sehingga konteks tahun tetap penting ketika membahas pencapaian tersebut.
Kesimpulan
Joko Widodo merupakan Presiden ke-7 Republik Indonesia yang menjabat selama periode 2014–2024. Perjalanan politiknya dari Surakarta, Jakarta, hingga Istana Kepresidenan menjadikannya salah satu figur penting dalam sejarah politik Indonesia kontemporer.
Di tingkat internasional, Jokowi pernah berada di posisi ke-13 dalam daftar 50 tokoh Muslim paling berpengaruh versi The Muslim 500. Namanya juga masih tercantum dalam kategori Political pada edisi 2026.
Selain itu, InfluenceAsia pernah menempatkannya dalam daftar pemimpin Asia berpengaruh pada 2021.
Pengakuan tersebut menunjukkan bagaimana posisi dan kebijakan seorang Presiden Indonesia dapat mendapatkan perhatian internasional, sekaligus perlu dibaca berdasarkan tahun, metodologi, dan lembaga yang menerbitkan penilaian tersebut.
.
